Senin, 28 Februari 2011


PUISI SUFI DARI MBAH GUS MUS
KALAU KAU SIBUK KAPAN KAU SEMPAT


Kalau kau sibuk mencela orang lain saja Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya? Kalau kau sibuk membuktikan cela orang saja Kapan kau menyadari celamu sendri? Kalau kau sibuk bertikai saja Kapan kau sempat merenungi sebab pertkaian? Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja Kapan kau akan menyadari sia-sianya? Kalau kau sibuk bermain cinta saja Kapan kau sempat merenungi arti cinta? Kalau kau sibuk merenung arti cinta saja Kapan kau bercinta? Kalau kau sibuk berkutbah saja Kapan kau sempat menyadari kebijakan kutbah? Kalau kau sibuk dengan kebijakan kutbah saja Kapan kau akan mengamalkannya? Kalau kau sibuk berdzikir saja Kapan kau sempat menyadari keagungan yang kau dzikiri? Kalau kau sibuk dengan keagungan yang kau dzikiri saja Kapan kau kan mengenalnya? Kalau kau sibuk berbicara saja Kapan kau sempat memikirkan bicaramu? Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu saja Kapan kau mengerti arti bicara? Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja Kapan kau sempat berpuisi? Kalau kau sibuk berpuisi saja Kapan kau akan memuisi? (Kalau kau sibuk dengan kulit saja Kapan kau sempat menyentuh isinya? Kalau kau sibuk menyentuh isinya saja Kapan kau sampai intinya? Kalau kau sibuk dengan intinya saja Kapan kau memakrifati nya-nya? Kalau kau sibuk memakrifati nya-nya saja Kapan kau bersatu denganNya?) “Kalau kau sibuk bertanya saja Kapan kau mendengar jawaban!”